Apa kamu tahu ulang tahun kesaktian pancasila? Ya, benar: Hari Kesaktian Pancasila. Namun keesokan harinya, ada ulang tahun lagi terkait warisan budaya Indonesia. Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober dirayakan dengan berbagai kegiatan. Laporan dari tempo.co yang mengomentari keunikan HUT kali ini di berbagai daerah, seperti fashion show batik atau fashion show di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah.

Sedangkan di kampung batik Semarang, Anda bisa melihat mural cantik yang menggambarkan sejarah berdirinya kota Semarang. Salah satu desa bertema yang menjadi fokus wisatawan pasti tidak akan melewatkan peringatan Hari Batik Nasional. Kota Bogor juga tidak ketinggalan. Sejumlah siswa SD belajar membatik di Galeri Batik Tradisional saya.

Apakah Anda juga merayakan hari dengan mengenakan kain batik saat ke kampus atau tempat umum lainnya? Jika ya, batik apa yang Anda gunakan? Aha! Mungkinkah ada yang malu atau bangga memakai batik? Jangan seperti itu, ok.

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa ada banyak jenis batik yang ada di Indonesia. Jika bosan dengan jenis batik tertentu, Anda bisa mencari batik lainnya. Salah satu jenis batik yang bisa Anda jadikan sebagai referensi pakaian di masa depan adalah batik Pulau Kalimantan. Karena? Untuk mengetahui alasannya, Anda perlu membaca artikel ini sampai akhir.

1. Sejarah Batik Kalimantan

Setiap warisan budaya memiliki sejarah yang terkait dengan sahibul hikayat – sejenis sastra lisan yang hampir punah – di baliknya. Begitu pula dengan cerita dibalik batik Kalimantan. Batik cantik ini konon dibuat pertama kali saat Patih Lambung Mangkurat bersemedi selama 40 hari 40 malam di atas rakit yang mengalir di air. Menjelang akhir penahanannya, rakit membawanya ke pinggiran Bagantung. Tiba-tiba ada gelembung di depannya dan tawa seorang wanita terdengar. Wanita itu ternyata adalah Putri Junjung Buih yang konon adalah raja tempat itu.

Namun, sang putri hanya akan muncul ke permukaan jika semua syarat terpenuhi. Sang putri meminta istana Batung dan kainnya disiapkan dalam satu hari. Kain yang dibutuhkan bukan asal kainnya, melainkan kain yang ditenun dan diwarnai oleh 40 perempuan dengan motif wadi atau padiwaringin. Kemudian lahir kain Sasirangan, yang pertama melambangkan lahirnya batik Kalimantan.

2. Filosofi motif

Sama seperti motif batik dari seluruh nusantara, motif batik kalimantan juga memiliki filosofi tersendiri. Meski polanya telah dimodifikasi oleh pengrajin terampil, tetap tak lepas dari ciri khasnya. Seperti yang Anda ketahui, salah satu suku terkenal yang mendiami pulau Kalimantan adalah suku Dayak. Sehingga tidak heran jika banyak motif batik kalimantan berasal dari suku yang namanya berarti sungai.

Motif tersebut juga menggambarkan aktivitas di sungai. Misalnya pola batang renyah yang merupakan simbol pohon kehidupan suku Dayak. Motif mandau yang menyerupai senjata khusus. Dan juga motif burung enggang yang merupakan burung khas Kalimantan.

3. Warna-warna berani

Batik dari Kalimantan Timur dikatakan lebih berani dari segi pewarnaan. Anda tidak perlu heran melihat kombinasi warna yang unik seperti hot pink, hijau atau oranye. Warna yang tidak biasa inilah yang membuat batik menonjol. Meskipun kedengarannya aneh, inilah yang membuat kami terlihat berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *