Apakah Anda pernah mencoba mengajukan pinjaman bank? Jika ya, apakah bank segera menyetujui permintaan Anda? Hmm, mungkin seseorang mengalaminya dan bukan ya. Karena ternyata meminta kredit, baik KTA, KPR maupun kredit mobil bukanlah hal yang mudah. Meski terkadang tidak membutuhkan agunan, lembaga keuangan tetap menawarkan beberapa syarat.

Ya, syaratnya, faktor lain yang perlu diperhatikan saat mengajukan pinjaman selain kredibilitas bank. Hal inilah yang seringkali membuat pemberi pinjaman menolak pengajuan kredit Anda. Karena setiap lembaga keuangan tentunya tidak ingin memberikan modal secara sembarangan, maka diusulkan kriteria khusus bagi calon penerima dana.

Sebenarnya, apa yang menyebabkan pengajuan kredit ditolak? Ayo bicara.

1. Sejarah kredit buruk

Inilah salah satu alasan utama mengapa bank selalu menolak pengajuan pinjaman. Perhatikan bahwa jika Anda telah mengajukan kredit, seperti kartu kredit, persewaan motor atau mobil, pinjaman tanpa jaminan, pinjaman kepemilikan rumah, dll., Data historis akan muncul di catatan Bank Indonesia.

Nah, sejarah ini akan mencatat semua aktivitas kredit Anda. Padahal, jika Anda terlambat membayar atau menunggak dalam 1 hari, datanya akan tetap tercatat sehingga kreditor lain bisa mempertimbangkannya jika ingin melakukan pinjaman.

2. Gaji terlalu rendah

Biasanya, saat jaminan diminta, bank melalui manajer pemasaran akan meminta pendapatan yang dihasilkan setiap bulan. Mengapa demikian? Tentunya karena gaji adalah sumber utama pembayaran kredit.

Bukan tidak mungkin, seorang debitur ingin membayar Rp 5 juta padahal gajinya hanya Rp 3 juta. Untuk ini, tanyakan pada diri Anda berapa persen penerimaan pendapatan yang bisa digunakan sebagai cicilan kredit. Ada baiknya mencari informasi terlebih dahulu, misalnya dengan browsing atau pergi langsung ke bank. Karena itu, sebelum mengajukan pinjaman, pastikan gaji Anda bisa dipenuhi atau tidak.

3. Reputasi perusahaan buruk

Intinya, tempat perusahaan Anda bekerja mempunyai reputasi yang buruk dalam hal kinerja pembayaran kredit perusahaan.

Sekadar informasi, jika perusahaan masuk daftar hitam Bank Indonesia, maka akan berakibat kredit macet. Sehingga tentunya karyawannya juga akan menderita. Bahkan jika pemberi pinjaman menyetujui pinjaman, biasanya akan diberikan banyak persyaratan. Sulit bukan?

4. Data pada formulir tidak lengkap

Mungkin terkesan sepele, namun jika formulir yang diisi salah atau tidak lengkap, pihak bank bisa langsung menolak pengajuan pinjaman. Isi formulir pinjaman dengan akurat dan jujur, pastikan semuanya sudah benar dan tidak salah.

Apakah itu cukup? Belum. Pasalnya, pihak bank akan melakukan survei untuk membuktikan keaslian data Anda. Jadi, bekerjasamalah dan berikan nomor kontak darurat yang tersedia, seperti nomor anggota keluarga.

5. Status pekerjaan

Ini mengacu pada risiko kredit macet yang mungkin ditanggung oleh kreditor. Beberapa jenis kredit, seperti KPR, bahkan mengharuskan peminjam menjadi pegawai tetap untuk bisa menerima pinjaman.

Mengapa kondisi kerja begitu penting? Karena jika Anda masih menjadi karyawan kontrak, tidak ada jaminan pendapatan Anda akan terus mengalir dalam jangka panjang. Ada kemungkinan kontrak tidak akan diperpanjang dan Anda akan menganggur. Oleh karena itu, sesuaikan kredit sesuai kemampuan finansial Anda.

6. Usaha yang tidak memadai

Masalah ini sering terjadi saat mengajukan kredit korporasi dari sebuah lembaga keuangan. Bank dapat menolak aplikasi Anda karena bisnis Anda dianggap tidak memenuhi syarat dan berisiko tinggi. Oleh karena itu, pastikan bisnis Anda memiliki izin usaha resmi dan laporan keuangan yang akurat sehingga mudah dievaluasi oleh kreditur.

Nah, sekarang Anda sudah tahu kenapa kredit yang kami kirimkan ditolak oleh bank. Mengetahui penyebabnya, Anda diharapkan bisa lebih matang dalam melengkapi persyaratan untuk mengajukan pinjaman. Semoga bermanfaat, sobat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *