PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai menjual tiket kereta Lebaran 1441 H dari H-90 sebelum berangkat ke situs web KAI, aplikasi KAI Access, dan semua saluran penjualan resmi KAI lainnya. Edi ingat bahwa calon penumpang lebih berhati-hati saat memasukkan tanggal, rute, atau informasi penumpang saat membuat reservasi. Rencanakan perjalanan terbaik yang mungkin termasuk perkiraan perjalanan ke stasiun, lakukan salah dan akhirnya tidak bisa pulang ke Lebaran.

Menunggu peningkatan jumlah pengunjung ke saluran penjualan tiket, KAI telah mengoptimalkan sistem penjualan tiket dan menggandakan kapasitas server dan bandwidth dibandingkan dengan hari-hari normal. Tujuannya agar proses pemesanan tiket berjalan dengan lancar di semua saluran. Pastikan untuk memesan tiket lebaran melalui saluran resmi KAI atau mitra resmi yang telah menjalin kemitraan dengan KAI. Tujuannya adalah untuk mencegah penipuan, gangguan sistem atau adanya biaya layanan yang tidak wajar.

Saat memesan tiket lebaran, pastikan koneksi internet Anda stabil, siapkan rute alternatif atau tanggal perjalanan dan periksa ketersediaan tiket secara teratur. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lihat ketika Anda berencana untuk membeli tiket kereta api untuk pulang tahun ini. Mari kita tinjau artikel berikut.

1. Tentukan tanggal keberangkatan dan tujuan

Sebelum Anda membeli tiket untuk pulang pada tahun 2020, Anda harus menentukan tanggal keberangkatan, tidak mendapatkan asal pesan dan membelinya, tetapi itu akan bertentangan dengan jadwal liburan kerja atau bahkan tidak mendapatkan rencana liburan. Pengaturan tanggal keberangkatan juga akan membuat anggaran lebih mudah untuk kebutuhan pulang ke rumah. Mengenai stasiun tujuan, perhatikan karena beberapa kota memiliki lebih dari satu stasiun, jangan biarkan tiket di tujuan yang salah dan jauh dari tujuan yang dituju dan lebih banyak biaya untuk biaya tambahan.

2. Konfirmasikan informasi penumpang

Untuk memesan tiket kereta yang akan ditentukan adalah kebenaran data penumpang, jangan membuat kesalahan. Karena KAI saat ini menggunakan sistem boarding pass di mana hanya pemilik data yang dapat menggunakan tiket, ini tidak dapat diubah atau diubah. Data yang paling penting untuk diperiksa termasuk nama dan nomor identitas penumpang, rencana keberangkatan, nama kereta, asal dan tujuan, serta orang yang dapat dihubungi untuk memesan tiket (nomor telepon atau e- surat).

3. Perhatikan waktu pemesanan

Saat membeli tiket kembali dengan kereta api, orang harus mempertimbangkan saat memesan tiket. Karena KAI membuka sistem pemesanan rumah setelah beberapa saat, ribuan orang akan memiliki akses ke aplikasi dan situs web untuk melakukan pembelian, tidak jarang, itu akan membuat aplikasi dan situs mengalami atau menjadi kelebihan beban. Jika Anda mengalami hal ini, akan sulit untuk membeli tiket yang harus Anda coba pesan saat fajar atau pada. 03 WIB. Karena pada waktu itu tidak banyak orang mencari tiket untuk pulang dan juga banyak tiket dijual kembali oleh KAI karena banyak orang tidak membayar tiket sesuai ambang pembayaran yang ditentukan oleh PT KAI selama tiga jam.

4. Selesaikan pembayaran segera

Jika Anda telah berhasil memesan, Anda harus membayar tiket yang sudah dipesan. Sehingga tiket yang dipesan tidak hangus dan dijual kembali oleh KAI. Pembeli kartu sering berlama-lama dan menunggu sampai waktu transfer habis sebelum mereka melakukan pembayaran. Ini sangat berisiko karena pembayaran harus diselesaikan sesegera mungkin setelah memesan tiket.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *